Kesampaian nonton The Hobbit 3D dan Life Of Pi 3D di Blitz Megaplex. Indreswary begitu ekspresif dan gembira. Ia menangkap burung-burung dan segala mahluk yang seolah bergerak menujunya. Menghindari dari gelombang lautan, pecahan gergasi batu, kilatan pedang atau amukan Smaug -naga perampok dalam The Hobbit. Indreswaru lebih tenang namun membahasnya kemudian tak kalah heboh.
Dari film ke buku -demikian alur mereka mengenal karya J.R.R Tolkien. Kubilang hidup mereka sangat merugi tak mengenal salah satu epik terkenal abad-20. Bubaran nonton kami langsung ke Gramedia. Membeli satu set epik tersebut dan Breaking Down (koleksiku entah dipinjam siapa).
Ada trailer Les Miserables sebelum The Hobbit. Anna Hathaway. Indreswary berbisik kepadaku saat itu: " Bunda punya bukunya, kan ?"
Aku mengangguk dan ia berbisik ke Indreswaru di sebelahnya lagi. " Bunda punya bukunya lo, Mbak.."
Jadi dalam kegelapan aku pun berbisik-bisik menjelaskan Les Miserables salah satu karya sastra kanonik yang diciptakan pengarang Perancis, Victor Hugo. Film yang berdasarkan karya kanonik biasanya dibuat berkali-kali. Seperti Great Expectations (dan karya-karya Dickens lainnya), Romeo dan Juliet (dan karya-karya Shakespeare lainnya), dst.
Ada film 3D perihal konser artis-artis Korea SM Town yang akan tayang di bioskop yang sama namun pada hari ketika kami telah pulang. Indreswaru menyesal setengah mati. Kubilang pastinya kami bertiga juga akan menontonnya. Tentu menyenangkan seolah berada di tengah SuJu dan SNSD, iya kan Indreswaru ? Hehehe.
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar