Minggu, 16 Desember 2012

AKU NDAK MAU DIPOLIGAMI, BUNDA...

Saat leyeh-leyeh, biasanya aku akan mendongengkan cerita-cerita konyol untuk Indreswary. Ia sangat menyukai cerita-ceritaku dan menagihnya terus. Kalau tak bercerita, biasanya Ia akan senang dibacakan buku meski ia bisa membacanya sendiri. Oh, dan akhir-akhir ini ia minta dibacakan Musashi. OMG.


Entah karena aku suka bergaya mengikuti cerita atau berakting sesuai tokoh dalam cerita atau menambah-nambah cerita. Misalnya ketika teks menyebutkan Musashi memegang Pedang Kayu Ek, aku akan mengubahnya Musashi memegang Pedang Ingus.


Ia akan memeriksa kebenaran teks jika merasa aku mengubah-ubah cerita tapi menikmatinya dengan riang. Karena Musashi sebetulnya bukan bacaan anak-anak, aku melewati hal-hal yang terasa filosofis, historis atau abstrak. Ia memrotes kalau aku melewati beberapa bagian namun akhirnya terdiam ketika kubacakan dan ia tak sepenuhnya memahami.


Tadi siang aku bercerita cita-citaku jika tua. Aku bilang aku akan menghabiskan umurku bersama Ayahnya dengan hidup di Kutub dan menjual Es Krim. Ia bilang mana laku Es Krim di kutub. Lalu kubilang kalau begitu aku akan buka angkringan. Ia bilang lagi : " Kenapa mesti Kutub ? Ke Perancis kek..". Kubilang lagi kalau dia tak setuju, aku akan buka Kedai Es Krim di Gurun Sahara.


Lalu cerita-cerita ngawur itu berpindah ke cita-cita Indreswary. Ia bilang akan mengikutiku lalu menikah dengan seorang pemain hockey. Kupikir ini pasti gara-gara sebelumnya kami menonton curling di ESPN. Sebuah olahraga aneh -meluncurkan batu di atas es- namun ia menyebutnya hockey.


Ayahnya menyela : " Memang kenapa dengan pemain hockey ?"


Indreswary cuma bilang : " Pokoknya suamiku itu Pemain Hockey."
  

" Ganteng nggak ?" Tanyaku.

Ia menjawab : " Bunda, jangan memilih suami karena ganteng tapi karena  baik hati..."


Wakakakak. 


Selanjutnya aku benar-benar terbahak ketika ia bilang dengan serius, " Aku ndak mau dipoligami..."


Anak kelas 4 SD bilang tak mau dipoligami.  Oalala.


Aku tanya poligami itu apa. Ia menjawab poligami itu beristri banyak seperti Aceng...Wakakakakak. Duh Pak Aceng, Anda begitu tenar hingga mengesankan bagi seorang anak sembilan tahun !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar